Kamis, 22 Januari 2026

thumbnail

Bukit Paralayang Sempu, Surga-Nya Penyuka Paralayang di Kabupaten Pasuruan

 

Bagi penyuka olahraga paralayang, ada satu tempat wisata baru di Kabupaten Pasuruan yang wajib dikunjungi.


Namanya adalah Bukit Paralayang Sempu yang terletak di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi dan dilaunching oleh Komandan Lanud (Landasan Udara) Abdul Rachman Saleh, Marsma TNI Zulfahmi, Sabtu (21/05/2022) pagi.


Menurut Zulfahmi, ada dua tempat yang bisa dijadikan sebagai lokasi take off (lepas landas) maupun landing zone (zona pendaratan). Selama mencoba paralayang, pihaknya sudah menyediakan para anggota TNI AU yang berasal dari Dinas Potensi Dirgantara (di bawah naungan Lanud Abdurrahman Saleh).


Para anggota tersebut ditugaskan khusus untuk membina kegiatan olahraga dirgantara sekaligus sebagai koordinator untuk mengatur safety atau keselamatan para atlet maupun wisatawan selama mencoba paralayang.


"Safetynya kita atur sampai benar-benar aman untuk paralayang. Kita tempatkan anggota untuk membantu para atlet maupun wisatawan yang ingin mencoba olahraga paralayang," katanya.


Dijelaskannya, hadirnya Bukit Paralayang Sempu sebagai Aero Park (Taman Angkasa) sangat membantu para atlet paralayang dalam mencoba tempat-tempat baru untuk latihan atau berkompetisi.


Tak selesai sampai di situ, apabila fasilitas maupun sarana prasarana penunjang sudah memadai dengan dibantu Pemda setempat, maka masyarakat umum boleh datang ke sana. Dan ketika sudah banyak yang datang, maka secara otomatis berdampak pada meningkatnya perekonomian warga di sekitar tempat wisata itu sendiri.


"Bukit ini bukan hanya memfasilitasi para atlet lama dan baru untuk paralayang, namun nantinya juga membantu pemkab dalam meningkatkan perekonomian. Kalau sudah rame, secara otomatis akan tumbuh UKM di sekitar lokasi, nah ini berarti geliat perekomian untuk warga sekitar ikut bergeliat," jelasnya.


Sementara itu, Pengelola Kawasan Bukit Paralayang Sempu, Fitroh Muharrom menambahkan, di tempat ini, para atlet maupun wisatawan yang ingin belajar olahraga paralayang akan dimanjakan dengan view (pemandangan) yang menakjubkan dari ketinggian 300 meter di atas permukaan laut.


Tak hanya itu, udara yang ada di sekitar lokasi ini sangat bersih, karena dipenuhi ribuan pohon dan kualitas air yang sangat jernih.


"Sudah ada toilet yang representatif. Ada juga cafe dan satu tempat menginap lumayan besar. Kita juga sewakan tenda apabila ada yang ingin menginap di sini. Sudah pasti nyaman karena udaranya segar dan panorama nya luar biasa bagus," terangnya.


Rencananya, para wisatawan akan dikenai tiket masuk hanya Rp 10 ribu per 1 orang. Sedangkan bagi yang ingin mencoba paralayang, pengunjung akan dikenai biaya sebesar Rp 300 ribu-Rp 350 ribu per sekali terbang dengan durasi menyesuaikan kondisi angin di sekitar lokasi.


"Tiket nya rencana kami tarik cuma Rp 10 ribu saja karena kita juga mengukur daya beli masyarakat sekitar. Tapi untuk yang ingin paralayang, kami kenai Rp 300 ribu maksimal Rp 350 ribu dengan didampigi atay terbang tandom dengan pilot khusus berlisensi," tegasnya. (emil)

https://www.pasuruankab.go.id/isiberita/bukit-paralayang-sempu-surga-nya-penyuka-paralayang-di-kabupaten-pasuruan-


 

thumbnail

Paralayang Gunung Banyak, Menikmati Batu Malang dari Ketinggian

 Pernahkah mendengar nama Japro Megawanto? Dialah atlet paralayang yang dilahirkan dari puncak Gunung Banyak dan sukses meraih medali emas dalam Asian Games 2018.


Sekadar informasi, paralayang puncak Gunung Banyak berada di ketinggian 1.326 Mdpl. Awalnya, tempat ini merupakan landasan take off atlet paralayang. Namun sekarang justru hits bagi para wistaawan.


Gunung Banyak kini menjadi obyek wisata favorit pelancong yang ingin menikmati sensasi indahnya Kota Batu dengan terbang di udara. Bebas melayang, ditemani instruktur yang sudah berpengalaman. 


Adapaun taif yang ditawarkan sekitar Rp 400.000 untuk tandem. Cukup sepadan dengan pengalaman dan sensasi yang bakal didapat. Kalau berani, mintalah berswafoto dengan instruktur yang mendampingi selagi melayang di langit Batu.


Gunung Banyak mudah dicapai, lewat jalan arah menuju Pujon, Kabupaten Malang. Sampai di warung-warung berjejer pinggir jalan, carilah jalan menuju Songgoriti. Ikuti jalan itu. Kondisi tempatnya memang sempit dan agak sepi. Sudah begitu, ada jurang di kanan dan kiri. ikuti jalan tersbeut hingga menemukan lokasi paralayang.


Wisata ke tempat ini, cukup murah dibandingkan paralayang di tempat lain.


Tak semua pelancong yang datang berani mengikutinaktivitas paralayang. Ada juga yang datang hanya ingin menikmati alam dna panorama latar di sana. Tarif masuk yang menyuguhkan panorama itu, hanya dikenakan Rp 5.000 per orang. Sedangkan parkir untuk satu kendaraan juga dipatok Rp 5.000.


Penginapan rumah pohon


Kalau sudah puas terbang, jangan buru-buru pulang. Tak jauh dari lokasi paralayang, ada Omah Kayu, penginapan dengan konsep rumah pohon. Dari ketinggian di Omah Kayu ini, wistawan bisa menikmati pemandangan sawah dan pegunungan yang mengelilingi Kota Batu   


Tarif sewa Omah Kayu rata-rata ditawarkan Rp 350.000 saat hari biasa dan Rp 450.000 saat akhir pekan. Pengelolanya masih memperbolehkan berfoto di dalam kamar Omah Kayu dengan catatan tidak sedang ada tamu yang menginap. 


Artikel lainnya mengenai Jawa Timur:


https://pesonaindonesia.kompas.com/read/2019/04/28/231506427/paralayang-gunung-banyak-menikmati-batu-malang-dari-ketinggian


thumbnail

Cara Kerja Paralayang

 Apakah Anda pernah bermimpi terbang -- membuat lingkaran santai di langit seperti burung camar atau elang? Jika ya, Anda tidak sendirian. Bermimpi terbang cukup umum, dan jika Anda percaya pada analisis mimpi, itu adalah pertanda hal-hal baik yang akan datang. Itu berarti Anda berada di puncak situasi tertentu dan Anda menikmati rasa kekuasaan dan kebebasan [sumber: Dream Moods ].



Namun, Anda tidak perlu hanya bermimpi tentang terbang. Anda bisa melakukannya saat terjaga. Kita tidak berbicara tentang terbang dengan pesawat terbang atau balon udara panas. Kita berbicara tentang paralayang -- terbang tanpa mesin, lepas landas dengan kaki menggunakan sayap yang dapat dipompa. Para penggemar menyebutnya sebagai bentuk penerbangan manusia yang paling sederhana. Dengan menggunakan arus udara dan menggeser berat badan mereka sendiri, paralayang dapat terbang hingga ketinggian 23.000 kaki (7.000 meter) dengan layar paralayang mereka. Pemandangannya tak tertandingi, dan para penerbang paralayang merasa kesunyiannya sangat menenangkan.


Iklan



Secara teori, paralayang mirip dengan gantole . Namun, ada beberapa perbedaan penting. Gantole biasanya memiliki rangka aluminium dengan sayap berbentuk V. Paralayang tidak memiliki rangka, dan sayapnya berupa parasut berbentuk elips yang dapat dilipat hingga seukuran ransel saat tidak digunakan. Fitur-fitur ini membuat paralayang jauh lebih ringan dan lebih mudah diangkut daripada gantole.


Paralayang juga melayang sedikit lebih lambat daripada gantole, yang membuatnya lebih mudah dipelajari cara menerbangkannya. Anda mungkin berpikir paralayang mirip dengan terjun payung. Tetapi ada satu perbedaan utama. Pilot paralayang memulai dari darat dengan parasut yang sudah terbentang, dan angin membawa mereka ke langit. Penerjun payung jatuh dari langit dan membuka parasut saat mereka semakin dekat ke tanah.

https://www.mapquest.com/travel/paragliding.htm

thumbnail

Mengenal Istilah Paralayang, Paragliding dan Paramotor

 Akhir-akhir ini semakin populer jenis olahraga aero sport. Olahraga ini dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama Olahraga Dirgantara. Sedikitnya ada 9 (sembilan) jenis olahraga dirgantara ini yaitu aero modelling, paralayang, terjun payung, terbang layang, gantole (layang gantung), microlight, pesawat swayasa, paramotor, dan drone.


Sebagai kelompok olahraga dirgantara, umumnya jenis aero sport di atas berada di bawah sebuah federasi olahraga induk yaitu Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). FASI didirikan oleh pemerintah Indonesia pada 17 Januari 1972 untuk membina, mengembangkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan olahraga dirgantara segenap warga negara Indonesia di manapun berada, serta segenap olahragawan dirgantara di seluruh wilayah Republik Indonesia apapun kewarganegaraannya.


Related articles

AR Fachruddin

Universitas Rokania dan Universitas Muhammadiyah A. R. Fachruddin Jalin Kerja Sama Strategis melalui Penandatanganan MoU, MoA, dan IA

 Januari 21, 2026

PLP 2026

Perkuat Kompetensi Calon Pendidik, Universitas Rokania Lepas Mahasiswa PLP

 Januari 21, 2026

Tulisan kali ini tidak akan membahas semua jenis olahraga dirgantara seperti yang disebutkan di atas. Hanya saja dibatasi untuk beberapa jenis istilah olahraga dirgantara saja yaitu paralayang, paragliding dan paramotor. Hal ini karena ada hubungannya dengan Kampus STKIP Rokania, yang berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Apa hubungannya? Yaitu adanya dukungan Kampus STKIP Rokania terhadap olahraga yang disebutkan di atas.


Kampus STKIP Rokania memiliki sebuah parasut berlogo “ROKANIA” yang sering diterbangkan menggunakan paramotor. Dukungan ini diberikan karena salah satu mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) merupakan atlet paramotor Riau. Namanya Supratman, lebih akrbanya dipanggil Maman. Dia sudah lama menekuni olahraga ini dan sering terbang pada beberapa event yang diadakan oleh pihak Pemprov, Pemkab, masyarakat dan kampus.


Beberapa hari ke depan Supratman juga akan terbang pada saat acara puncak peringatan Hari Jadi Ke-23 Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Tepatnya pada 12 Oktober 2022 ini. Lokasi terbang di atas Kompleks Bina Praja Rokan Hulu di Pasir Pengaraian dan sekitarnya. Kemudian dijadwalkan terbang lagi di langit Rokan Hulu pada saat acara Dies Natalis Ke-8 STKIP Rokania (17/10/2022) dan pada saat acara Wisuda Ke-5 STKIP Rokania yang dijadwalkan antara 20 s.d. 30 Oktober 2022.


Banyak yang belum paham membedakan istilah paralayang, paragliding dan paramotor. Inilah saatnya dijelaskan pengertian istilah tersebut dengan mengutip beberapa sumber. Pertama, paralayang adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonesia), sedangkan PLGI sendiri di bawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Biasanya olahraga paralayang bermula dari atas sebuah bukit atau puncak, kemudian memanfaatkan angin termal dan angin naik di tebing bukit. Parasut paralayang tidak dilengkapi dengan mesin/motor.


Kedua, paragliding dibaca: “paraglaiding”, adalah nama paralayang dalam Bahasa Inggris. Maksudnya sama dengan paralayang. Atlet yang melakukannya disebut paraglider (baca: paraglaider). Dikutip dari dictionary.cambridge.org dikatakan bahwa paragliding is the sport of jumping out of an aircraft with a special parachute that allows you to travel a long horizontal distance before you land. Yaitu olahraga yang dimulai dari terjun dari atas pesawat dengan parasut khusus yang membuat para atletnya terbang secara horizontal sebelum turun/mendarat. Namun saat ini paragliding bisa saja dilakukan dengan meluncur dari atas bukit (tanpa harus menggunakan pesawat).


Ketiga, paramotor adalah sejenis olahraga dirgantara dengan parasut khusus dan menggunakan mesin ringkas (bisa bongkar pasang) sehingga untuk meluncur pertama tidak perlu dari atas bukit namun dapat dilakukan menggunakan kekuatan mesin baling-baling dari atas daratan. Jenis paramotor inilah yang digunakan oleh Supratman untuk terbang membawa parasut berlogo “ROKANIA” tersebut.


Supratman


 saat terbang rendah dengan paramotornya (foto: Supratman)

Saat dikonfirmasi kepada Supratman beberapa waktu lalu, berat mesin paramotor yang biasa dipakainya itu mencapai 40 kg. Mesin seberat itu disandang di punggung. Namun jika sudah dalam kondisi hidup dan baling-balingnya berfungsi maka mesin itu sendiri yang menjadi pendorong. Bahkan setelah berada di udara dengan mesin hidup maka berat mesin berganti dengan dorongan ke depan yang membantu mengarahkan parasut. (hf)


Parasut Rokania

https://rokapress.com/mengenal-istilah-paralayang-paragliding-dan-paramotor/


thumbnail

6 Wisata Paralayang dengan Pemandangan Terbaik di Indonesia


6 Wisata Paralayang dengan Pemandangan Terbaik di Indonesia

 



“Dari Puncak Lawang hingga Bukit Santiong, Indonesia menawarkan pengalaman paralayang yang tak terlupakan”


Setiap daerah di Indonesia memiliki spot wisata paralayang dengan keunikan dan daya tarik tersendiri, mulai dari pemandangan alam yang memukau hingga pengalaman terbang yang menantang. 


Anda bisa mempersiapkan dana liburan ke berbagai destinasi paralayang di Indonesia dengan membuka rekening tabungan online, sehingga rencana liburan Anda berjalan lancar.


Daya Tarik Wisata Paralayang

Wisata paralayang merupakan salah satu atraksi wisata yang menggabungkan olahraga dengan keindahan alam Indonesia. 


Berbagai desa wisata di Indonesia menawarkan pengalaman ini. Contohnya, Desa Wisata Paralayang di Kota Batu, Jawa Timur yang menyediakan fasilitas lain seperti jungle tracking, outbound, serta homestay.


Selain itu, Desa Wisata Banjarasri di Yogyakarta juga menawarkan atraksi paralayang dengan harga mulai dari Rp450.000. Dengan modal tersebut, wisatawan dapat menikmati penerbangan tandem bersama atlet profesional. 


Dengan begitu, wisata paralayang tidak hanya memberikan pengalaman petualangan, tetapi juga mendukung perekonomian lokal melalui penyediaan homestay, kuliner, dan souvenir khas daerah. 


Baca Juga: Tips and Trick Travelling bikin Happy tanpa Worry di Luar Negeri


Rekomendasi Lokasi Wisata Paralayang di Indonesia

Berikut ini beberapa rekomendasi lokasi paralayang yang dapat Anda kunjungi untuk pengalaman wisata alam yang berbeda:


Wisata Paralayang Batu, Malang

Wisata Paralayang Batu Malang - CIMB Niaga



Wisata Paralayang Batu terletak di Jalan Gunung Banyak, Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, dengan ketinggian sekitar 1.326 meter di atas permukaan laut. 


Untuk menikmati wahana paralayang, Anda dapat memilih berbagai paket dengan harga mulai dari Rp450.000 hingga Rp850.000, tergantung pada jenis paket yang dipilih.


Jam operasional Wisata Paralayang Batu berbeda-beda tergantung hari. Pada hari biasa (Senin hingga Kamis), tempat ini buka mulai pukul 07.00–17.00 WIB.


Wisata Paralayang Puncak Lawang, Sumatera Barat

Wisata Paralayang Puncak Lawang - CIMB Niaga


Puncak Lawang, terletak di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, lokasi ini menawarkan panorama spektakuler Danau Maninjau dari ketinggian 1.210 mdpl. 


Terkenal sebagai salah satu spot wisata paralayang terbaik di Asia Tenggara, destinasi ini sering menjadi tuan rumah lomba internasional seperti Lomba Paralayang Internasional Agam 2018.


Wisata ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp25.000. Untuk mencoba paralayang tandem, biaya yang diperlukan adalah sekitar Rp600.000. 


Baca Juga: Bisa Jadi Ide Liburan, Ini 9 Kampung Wisata di Indonesia


Wisata Paralayang Puncak Gunung Mas, Bogor

Wisata Paralayang Bogor - CIMB Niaga


Agrowisata Gunung Mas di Puncak, Bogor, merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman wisata paralayang dengan latar belakang kebun teh hijau dan pegunungan. 


Anda dapat menikmati aktivitas paralayang tandem dengan harga mulai dari Rp450.000 hingga Rp550.000 per orang, termasuk sewa alat pelindung diri dan instruktur profesional. 


Untuk mengabadikan momen, tersedia sewa kamera GoPro seharga Rp200.000 hingga Rp300.000, serta jasa fotografer dengan tarif Rp10.000 hingga Rp15.000 per foto.


Wisata Paralayang Bukit Santiong, Subang

Wisata Paralayang - CIMB Niaga


Terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, bukit Santiong dikelilingi hamparan kebun teh hijau, menjadikannya lokasi ideal untuk wisata paralayang dan petualangan alam.


Selain wisata paralayang, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seru lainnya, seperti flying fox, berkuda, dan camping. Bukit Santiong buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. 


Harga tiket masuk kawasan wisata adalah Rp10.000 per orang, dengan biaya tambahan untuk setiap aktivitas: paralayang Rp400.000, flying fox Rp25.000, berkuda Rp100.000, dan camping Rp 25.000.


Wisata Paralayang Bukit Tetempangan, Sulawesi Utara

Wisata Paralayang Bukit Tetempangan - CIMB Niaga


Sumber: merahputih.com


Bukit Tetempangan dikenal sebagai "Manado Skyline" dan menjadi salah satu wisata paralayang terbaik di Sulawesi Utara. 


Keistimewaannya terletak pada tiga titik lepas landas yang memungkinkan penerbangan dari berbagai arah, serta suhu yang sejuk berkat kombinasi antara suhu pantai dan pegunungan.


Harga tiket masuk kawasan ini adalah Rp 10.000 - 15.000 per orang, belum termasuk biaya tambahan untuk aktivitas paralayang.


Wisata Paralayang Bukit Timbis, Bali

Wisata Paralayang Bukit Timbis - CIMB Niaga


Sumber: kintamani.id


Timbis Paragliding, merupakan destinasi wisata paralayang yang menawarkan pengalaman terbang tandem di atas tebing dengan pemandangan laut selatan Bali yang memukau. 


Adapun durasi penerbangan sekitar 15 menit, mencakup rute dari Pantai Pandawa, Pantai Timbis, Pantai Sawangan, Pantai Melasti, hingga Pantai Uluwatu. 


Selama penerbangan, Anda dapat menikmati pemandangan tebing dan laut biru. Harga tiket dibandrol dari Rp1.200.000 per orang, sudah termasuk asuransi, foto, dan video dokumentasi.


Timbis Paragliding beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA, dengan waktu terbaik untuk terbang antara pukul 14.00 hingga 17.00 WITA.

https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/wisata-paralayang

thumbnail

Paralayang Batu, Pengalaman Perspektif Baru Saat Terbang Seru

 



hero image for travel ideas detail

Paralayang Batu, Pengalaman Perspektif Baru Saat Terbang Seru

Deru angin lembut menyapu wajah dan kaki melayang di udara. Dalam sejenak, kamu akan terbang di atas hamparan lanskap Kota Batu. Sensasi itu menanti kamu saat naik paralayang Batu, Malang, Jawa Timur.


Ini bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan sebuah puisi visual yang memadukan keindahan alam, adrenalin, dan kebebasan tak terbatas. Dari ketinggian, mata kamu akan terbuka dan melihat perspektif baru tentang hidup.


Batu, Kota di Antara Awan dan Impian

Kota Batu yang dijuluki "Kota Apel" telah lama dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Timur. Perkebunan subur, udara sejuk pegunungan, serta ragam atraksi modern adalah magnet wisatawan di wilayah ini.


Kota Batu yang Dikepung Pegunungan

Terletak di dataran tinggi, Kota Batu dikelilingi gugusan pegunungan megah, seperti Gunung Panderman dan Arjuno-Welirang. Lanskapnya berbukit-bukit dan lembah hijau menyuguhkan pemandangan menawan di setiap sudut.


Selain pesona alamnya, Batu juga kaya akan budaya dan keramahan penduduknya, menciptakan atmosfer yang nyaman menjadi ”penghangat” bagi setiap pengunjung di wilayah yang terkenal berhawa sejuk ini.


Mengapa Batu jadi Lokasi Favorit Paralayang?

Kondisi geografis dan iklim Kota Batu ideal untuk aktivitas paralayang. Anginnya stabil dan topografi berbukit mendukung untuk kamu yang siap lepas landas.


Perbedaan ketinggian yang signifikan menawarkan jalur terbang yang panjang dan panorama spektakuler. Titik lepas landasnya berada di Gunung Banyak yang telah disiapkan secara khusus untuk olahraga ini.


Kamu bisa merasakan hembusan angin pegunungan yang sempurna untuk menopang parasut ketika kamu terbang dari paralayang Batu. Kamu akan melayang anggun di atas lembah dan kota.


Pengalaman Terbang: Saat Bumi Menjauh, Langit Membuka Cerita Baru

Saat parasut mengembang dan meninggalkan langkah terakhir di tepi tebing, sebuah dimensi baru terbuka. Penerbangan dari paralayang Batu adalah momen untuk merasakan kebebasan tanpa batas.


Kamu akan merasakan hembusan angin yang membelai, sensasi melayang yang ringan, dan keheningan yang sesekali dipecahkan oleh suara angin. Pengalaman ini akan menguji adrenalin sekaligus menenangkan jiwa.


Ini adalah kesempatan melihat dunia dari sudut pandang berbeda sambil melepas segala beban pikiran dan membiarkan dirimu larut dalam keindahan panorama yang disajikan alam.


Tips untuk Terbang yang Lebih Menyenangkan

Agar petualangan paralayang Batu semakin seru dan aman, perhatikan beberapa persiapan sederhana.


Datang Pagi atau Sore Hari

Waktu terbaik untuk paralayang Batu adalah pagi hari sekitar pukul 08.00–11.00 WIB atau sore hari pukul 14.00–17.00 WIB.


Kondisi angin cenderung lebih stabil dan cuaca tidak terlalu panas di jam-jam ini, sehingga penerbangan kamu akan lebih nyaman dan aman.


Gunakan Pakaian yang Nyaman dan Bergerak Bebas

Pilihlah pakaian yang longgar dan nyaman agar bisa bergerak bebas saat lepas landas dan mendarat. Gunakan celana panjang, kaus, dan jaket tipis untuk melindungi kulit dari gesekan tali harness dan paparan angin.


Pakai Sepatu Tertutup dan Anti-Slip

Kenakan sepatu olahraga atau sepatu gunung yang tertutup dan memiliki sol anti-slip. Hindari mengenakan sandal atau sepatu hak tinggi karena berisiko terlepas atau menyebabkan cedera saat berlari di medan lepas landas atau saat mendarat.


Bawa Kamera/HP + Tali Pengaman

Dokumentasikan penerbanganmu sambil memastikan kamera aksi (GoPro) atau smartphone kamu dilengkapi tali pengaman yang kuat agar tidak terjatuh saat di udara.


Jika kamu tak ingin membawanya, banyak operator yang menyediakan layanan dokumentasi.


Makan yang Cukup, Tapi Jangan Berlebihan

Makanlah secukupnya sebelum terbang agar tubuh berenergi. Tapi hindari makan sampai kekenyangan karena bisa menyebabkan mual atau ketidaknyamanan saat melayang di udara.


Tenang Saja, Kamu Terbang Bersama Profesional!

Tetaplah tenang dan percayakan pada pemandu (tandem pilot). Mereka adalah profesional bersertifikat yang sudah mengantongi ribuan jam terbang.


Dengarkan instruksi mereka dengan seksama, dan nikmati setiap detik petualangan terbang kamu dengan paralayang Batu.


Rasakan Langsung Pengalaman yang Mengesankan

Perkiraan harga untuk penerbangan dengan tandem pilot bervariasi. Biaya untuk merasakan pengalaman luar biasa ini dimulai dari Rp400.000–Rp600.000 per orang. 


Biaya itu tergantung operator dan paket yang dipilih dan biasanya sudah termasuk dokumentasi foto atau video. Sementara prosedur penerbangannya cukup sederhana.


Kamu akan dipasangkan dengan tandem pilot profesional menggunakan harness khusus yang aman. Aspek keamanan adalah prioritas utama, karena semua peralatan dicek secara berkala dan pilot memiliki lisensi yang valid.


Setelah mendapat briefing singkat dan pemasangan alat, kamu akan diajak berlari kecil menuruni lereng bukit hingga parasut mengembang sempurna dan kamu terangkat ke udara.


Durasi terbang bervariasi tergantung kondisi angin, antara 10–20 menit di udara. Durasi ini cukup untuk merasakan sensasi melayang dan mengagumi panorama 360 derajat. 


Setelah itu, kamu akan mendarat dengan mulus di area pendaratan yang telah ditentukan dan langsung membungkusnya dalam memori yang akan kamu ingat seumur hidup.


Cara Menuju Paralayang Batu

Untuk menuju lokasi Paralayang Batu di Gunung Banyak, Kota Batu, Anda memiliki beberapa opsi transportasi, tergantung dari mana Anda memulai perjalanan.


Dari Pusat Kota Malang

Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor)

Ini adalah opsi paling fleksibel. Kamu hanya perlu mengikuti petunjuk arah menuju Kota Batu, lalu cari arah ke Gunung Banyak atau Omah Kayu. 


Jika start dari Alun-Alun Malang, perjalanannya sekitar 28 kilometer dan berdurasi sekitar 45-60 menit tergantung lalu lintas. Tersedia area parkir di lokasi


.


Angkutan Umum

Kamu bisa menuju Terminal Arjosari, Kota Malang, lalu naik angkot menuju Terminal Landungsari. Dari sana, lanjutkan dengan angkot jalur Batu (misalnya BL/Batu-Landungsari) menuju pusat Kota Batu.


Dari Alun-Alun Batu, kamu akan melanjutkan perjalanan dengan ojek online atau taksi lokal menuju Gunung Banyak.


Dari Pusat Kota Batu

Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor)

Dari Alun-Alun Batu, ikuti petunjuk arah menuju Gunung Banyak atau Omah Kayu. Jaraknya sekitar 7,6 kilometer lewat jalur utama.


Perlu diingat, jalanan menuju puncak Gunung Banyak cukup menanjak dan berkelok, jadi tetap hati-hati.


Ojek Online atau Taksi Lokal

Ini adalah pilihan paling praktis jika Anda tidak membawa kendaraan pribadi. Pesan ojek online sekitar Rp20.000–Rp25.000. Bisa juga dengan taksi dari lokasi Anda di Batu langsung menuju area Paralayang Gunung Banyak.


Melayang di atas Kota Batu bukan sekadar soal ketinggian, ini tentang keberanian melepas pijakan, lalu membiarkan langit membuka perspektif baru. Dari angin yang membelai wajah hingga lanskap yang membentang sejauh mata memandang, setiap detik di udara adalah cerita yang tak terlupakan. 


Maka jika hati memanggil untuk sejenak keluar dari rutinitas dan merasakan kebebasan dalam bentuk paling murni, datanglah ke Batu. Rasakan sendiri sensasi paralayang yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga membangkitkan jiwa petualang dalam diri.

https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/adventure/paralayang-batu/


thumbnail

PARALAYANG LAWANG

 PARALAYANG LAWANG







Malang Tidak Ada Habisnya Menunjukkan Keindahan Alamnya. Kota Yang Menjadi Salah Satu Destinasi Yang Wajib Dikunjungi Di Wilayah Jawa Timur Ini Tidak Pernah Puas Memberikan Kejutan-kejutan Baru Dari Wisatanya. Ada Banyak Jenis Wisata Yang Dapat Kita Temukan Di Kota Dengan Julukan Kota Apel Ini, Mulai Dari Gunung, Pantai, Sejarah, Air Terjun, Kuliner, Hingga Pusat Kota. Semua Jenis Wisata Tersebut Dapat Ditemukan Dan Dieksplor Di Malang.


Salah Satu Wisata Di Sini Adalah Paralayang. Namun, Wisata Paralayang Tidak Hanya Ada Di Batu, Malang, Ternyata Di Kabupaten Tepatnya Di Kecamatan Lawang Terdapat Wisata Paralayang Yang Tidak Kalah Indahnya. Paralayang Lawang Menampilkan Keindahan Alam Dari Ketinggian, Seperti Pemandangan Menarik Gunung Arjuna Hingga Bandara Abdurrahman Saleh Yang Dapat Terlihat Dari Atas Bukit. Selain Itu, Kita Dapat Mencoba Olahraga Ekstrim Paralayang Yang Dapat Memicu Adrenalin.


Paralayang Lawang Saat Ini Masih Belum Maksimal Dijadikan Destinasi Wisata Jangka Panjang. Menurut Kepala Desa Sidoluhur, Mulyoko, Sudah Beberapa Kali Potensi Wisata Ini Berusaha Dikembangkan Namun Hanya Bertahan Sekitar Satu Hingga Lima Bulan Saja Setelah Diperbaiki. Padahal, Fasilitas Di Paralayang Lawang Cukup Lengkap Dan Apabila Warga Setempat Ingin Berkontribusi Menjadikan Wisata Ini Ramai Pengunjung, Maka Terbengkalainya Paralayang Lawang Tidak Akan Terjadi Kembali. Fasilitas Yang Ada Diantara Lain Musholla, Toilet, Tempat Singgah, Dan Warung-warung.


Biaya Masuk Yang Tidak Dipungut Biaya Alias Gratis Seharusnya Menjadikan Paralayang Lawang Memiliki Potensi Ramai Pengunjung. Pengunjung Bisa Berkunjung Sepuasnya Dan Wisata Ini Buka Selama 24 Jam, Sehingga Pengunjung Bisa Datang Sepuasnya. Bagi Pengunjung Yang Hobi Mengabadikan Dirinya Bersama Alam, Lokasi Paralayang Ini Sangat Direkomendasikan. Selain Itu, Pengunjung Dapat Menggunakan Wisata Ini Untuk Camping Bersama Kawan Ataupun Keluarga.


Bagi Kalian Yang Ingin Ke Tempat Wisata Paralayang Lawang Ini, Anda Dapat Melewati Jalur Sebagai Berikut.


Anda Yang Berasal Dari Singosari, Pasuruan, Kota Malang Dan Sekitarnya Dapat Menggunakan Jalur Ini. Jalur Diawali Dari Jalan Mondoroko, Singosari Hingga Pada Akhirnya Bertemu Lampu Merah Menuju Jalan Rogonoto. Dari Sini, Ikuti Terus Jalan Utama Sampai Anda Melewati Flyover Tol Dan Tidak Jauh Dari Situ Anda Belok Kiri Menuju Jalan Lowokjati.



Perjalanan Dari Jalan Lowokjati Sekitar 1 Km Hingga Anda Akan Menemukan Masjid Besar Di Sebelah Kiri, Maka Belok Ke Kanan Menuju Jalan Sumberejo. Dari Sini, Ikuti Jalan Utama Hingga Sampai Di Balai Desa Sidoluhur, Kemudian Belok Kanan Dan Terus Sejauh 1 Km Sampai Menemukan Petunjuk Arah Ke WPS. Tidak Jauh Dari Petunjuk Arah, Anda Akan Sampa


https://siluhur.malangkab.go.id/artikel/paralayang-lawang

About

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Bukit Paralayang Sempu, Surga-Nya Penyuka Paralayang di Kabupaten Pasuruan

  Bagi penyuka olahraga paralayang, ada satu tempat wisata baru di Kabupaten Pasuruan yang wajib dikunjungi. Namanya adalah Bukit Paralayang...